Kamis, 30 Mei 2013

Berawal dari kesirnaanlah aku berada dibumi ini

Sedikit menulis untuk mengingat semua yang pernah
terjadi  dalam menjalani hidup.
rasanya terlalu jauh berbeda yang rasakan dimasa
kecil  dengan semua yang terjadi ketika telah dewasa.
Yang aku tau disaat kecil semua kehidupan itu sama
kehidupan itu indah, ketika seiring waktu tumbuh menjadi
dewasa begitu berat yang harus di lalui begitu banyak
tantangan yang tertantang untuk dihadapi.

Saat ini rasanya tertumpuk sudah kegundahan yang
tak terkira lagi bagaimana cara untuk mengungkapkannya
telah aku maafkan kesalahan diri ini yang pernah terbuat
dengan sengaja maupun tidak disengaja.

Telah aku buka mata hati ini selebar-lebarnya dan
telah aku tinggalakankan cara hidupku yang lama
untuk memulai kehidupam yang baru
agar bisa menjadi bekal di masa depan yang lebih baik.

Namun seiring waktu  itu semua tidak semudah yang
pernah dibayangkan begitu banyak kerikil yang harus di lalui
Begitu banyak terjal yang harus di lewati
berharap semua yang diharapkan dan yang
diinginkan suatu kelak akan tercapai .

                                                                                    meka surya.p

Selasa, 21 Mei 2013

Aktivis 1998


Ayo Kita Tebakan!
Dia raja
Tapi tanpa mahkota
punya pabrik punya istana
coba tebak siapa dia?
dia adalah aku!

Dia kaya
Keluarganya punya saham dimana-mana
tapi negranya rangking tiga
paling korup di dunia
coba tebak siapa dia?
dia adalah aku!

Dia tua
tapai ingin tetap ingin berkuasa
tak boleh ada calon lain selain dia
kalau marah
mengerahkan angkatan bersenjata
rakyat kecil yang tak bersalah
ditembak jidatnya
coba tebak siapa dia?
dia adalah aku!

Dia sakti
tapi pasti akan mati
meski seakan tak bisa mati
coba tebak tebak siapa dia?
dia adalah aku!

siapa aku?
aku adalah diktaktor
yang tidak bisa tidur nyenyak!

Riwayat penulis puisi :
widji widodo ( wiji thukul)
Tpt tgl lahir :
sorogenen,solo, 26 agustus 1963.

Wiji tukul  hilang barang kali juga  sengaja di hilangkan  tapi perlawanannya tak pernah berhenti.
lewat puisi ia terus menebar “konfrontasi” menentang kekuasaan yang mencabut hak asasi manusia, menjadi budak digerakkan kemana suka.
puisi ini merupakan sindiran untuk perintahan pada masa orde baru,dimana puisi ini diaggap menghasut para aktvis untuk melawan pemerintahan orde baru, tetapi. Setelah rezim soeharto tumbang dia belum juga pulang sampai saat ini,banyak yang menduga dia menjadi korban penculikan dan pembunuhan sekitar prahara 17 mei 1998.
Masihkah Kau Membutuhkan Perumpamaan Dalam hidup ini?

Waktu aku di geladak kapal
ditengah perbatsan laut jawa dan sumatra
bersama para penumpang yang tak tau kemana
arah mereka
ingin aku menulis
dengan pembukaan : hidup ini  seperti laut dan
aku ini penumpang yang tak berarah
tapi apakah hidupku ini masih membutuhkan perumpamaan?

Kususuri keheningan hidup ini sendiri
ditengah hiruk pikuknya ibu kota ini
tidak satupun mereka yang akan peduli
siapa aku

Suara kecil dari lubuk hati selalu bertanya
kemana lagi harus ku langkahkan kaki ini sampai
tersesat di pulau jawa ini,
dan apa yang sebenarnya hendakku cari  disini?

Ku hirup udara segar malam ini dan aku coba
untuk bertanya lagi apa yang aku cari di pulau
jawa ini namun tetap saja
jawabnya tidak aku temui ujungnya.


                                                                                                Depok 18 mei 2013